Blog EntryBerjudi Dalam Kehidupan Guna Mencapai TujuanJul 10, '08 11:20 AM
for everyone
oleh: Mas Bambang Purnomo Sigit


Dahulu, waktu saya masih remaja, ada hobby buruk yang menjadi salah satu kegemaran saya, yaitu berjudi. Tidak kurang banyaknya uang yang saya pertaruhkan baik itu untuk SDSB, PORKAS, pasang nomer buntut, sampai togel. Mengasyikkan, walau tak pernah sekalipun saya mendapatkan kemenangan dari situ, kadang hanya beda satu angka sehingga makin membuat penasaran. Tetapi hobby itu lambat laun bisa berhenti dengan sendirinya, dan ... luar biasanya ternyata ada pelajaran menarik yang saya petik dari hobby itu, bukan karena jumlah uang yang terbuang, tetapi saya menjadi sedikit paham tentang strategi bagaimana berjudi dalam kehidupan ini. Paling tidak ada empat contoh cerita berjudi dalam kehidupan kita ini.


A. Pelompat Tinggi

Dalam suatu turnamen lompat tinggi dunia yang diikuti berbagai negara, ternyata ada peserta dari Indonesia. Dalam turnamen itu sebetulnya standart yang dipakai adalah minimal bisa melampaui mistar setinggi 2,25 meter. Sedangkan si pelompat tinggi Indonesia hanya bisa melompat paling tinggi adalah 2 meter. Tetapi ia nekad, karena dalam hatinya ia berfikir, siapa tahu aku bisa melompat lebih lagi. Siapa tahu... sekali lagi siapa tahu... yang tahu hanya Tuhan dan dirinya saja.  Secara logika tak mungkinlah ia mampu meloncati mistar itu. Percuma saja ia melompat karena begitu ia meloncat pasti akan tersangkut.
 
Kadang kala kita tahu batas kemampuan kita, tetapi, karena " Siapa tahu" begitu terbiasa dalam keseharian kita, sehingga kita sering memaksakan diri untuk memperoleh sesuatu yang tak mungkin tercapai dengan kemapuan kita itu.. Jika kita memaksakan sesuatu yang pasti diluar kemampuan, maka sudah pastilah tujuan yang diinginkan tak mungkin tercapai. Langkah terbaik yaitu, kita urungkan niat kita untuk tujuan yang kita harapkan untuk sementara waktu, penuhi dulu syarat minimal untuk bisa mendapatkan hasil yang kita inginkan, sehingga kemungkinan untuk memperoleh hasil yang kita harapkan sangatlah besar peluangnya. Dengan ini maka waktu dan energi kita tak terbuang sia-sia.


B. Pemburu Kelinci

Dahulu kala ada seorang pemburu yang tinggal di tepi hutan. Pada suatu pagi ia hendak pergi berburu, tetapi beberapa langkah dari rumahnya, dilihatnya seekor kelinci jatuh terperosok dalam sebuah lubang. Maka si pemburu segera menangkapnya dan kembali ke rumah untuk memasak daging kelinci itu. Si pemburu pada saat memasak berfikir, "Wah enak sekali, jika begini terus setiap hari, maka aku tak usah susah payah masuk kehutan untuk memanah binatang buruan. Maka keesokan harinya ia kembali di tepi lubang itu, dan tak ada seekor kelinci yang terperosok didalamnya. Ia menunggu dan menunggu hingga sore tiba, dan hal itulah yang dilakukan setiap hari, walau tak ada satupun kelinci yang terperosok didalamnya.

kadangkala kita mendapatkan suatu keberuntungan yang diluar dugaan. Kita harus sadar jika keberuntungan tak akan datang berkali-kali, sehingga janganlah kita terpaku pada keinginan bisa menjadi orang yang selalu mendapatkan keberuntungan sehingga kita lalaikan daya upaya dalam meraih rezeki.Rezeki adalah misteri langit, hanya dapat diraih dengan daya upaya yang keras. Itu jika rezeki yang kita harapkan.


C.  Pramuniaga

Seorang pramuniaga yang baru saja bertugas, tampak ragu-ragu melihat seorang pengunjung tokonya. Ada ketakutan dalam hatinya, jangan-jangan si pengunjung, hanya melihat-lihat saja, tidak ingin membeli apa-apa.

Mungkin sering kali kita mengalami keraguan ini dalam kehidupan dalam menghadapi suatu masalah. Kita tak tahu apakah yang kita harapkan berhasil atau tidak. Coba kita merenung sejenak, jika ada kemampuan seperti si pramuniaga tadi, yaitu memiliki suatu barang yang akan dijual misalnya, kenapa tidak kita coba. Kita tahu kemampuan diri, tapi ragu-ragu untuk meneruskan upaya pencapaian tujuan karena takut gagal, entah dengan alasan malu kalau gagal ataupun alasan lain. Jangan ragu melangkah kemungkinan jika menghadapi kasus seperti ini adalah 50% berhasi atau 50% gagal dalam mencapai tujuan, tetapi bila kita diam saja maka kemungkinan berhasil adalah 0% dan kemungkinan gagal adalah 100%.


D. Sang Pendekar

Pada suatu saat ada seorang pendekar sedang bertarung dengan sekelompok perampok. Bukannya tidak jagoan, tetapi jumlah musuhnya memang terlalu banyak, sehingga si pendekar itu lambat-laun terdesak ke sebuah tembok yang tinggi. Segala daya upaya telah dilakukan, segala jurus telah dipakai, tetapi memang musuh-musuhnya adalah perampok yang tangguh. Hingga suatu saat punggungnya telah beradu dengan tembok itu. Kondisinya semakin terdesak, tiba-tiba entah darimana terbersit dihatinya untuk meloncat keatas tembok tinggi yang mustahil baginya untuk meloncatinya. Ternyata saat dihentakkan kakinya, terasa tubuhnya sangatlah ringan, dan tahu-tahu dia sudah berada diatas tembok itu. Maka terbebaslah dirinya dari keroyokan para perampok.

Inilah yang dinamakan pertolongan Tuhan. Apabila segala daya upaya dan kemampuan diri sudah dikerahkan untuk mencapai suatu tujuan ternyata terhambat oleh suatu kendala, janganlah mundur begitu saja, jikalau itu bukanlah suatu yang mustahil kita lakukan. Siapa tahu ada pertolongan dari langit yang membantu kita guna mengatasi segala masalah setelah kita mencoba mengatasinya dengan berbagai cara tapi hampir gagal. Sebagai umat beragama, kita harus yakin bahwa pertolongan Tuhan pasti akan datang jika kita telah berusaha sekuat tenaga. Dan inilah yang disebut kepasrahan total. Saya coba ambil sebuah surrah dari Al Qur'an yang saya ketahui (maaf jika pembaca beragama lain, saya yakin dalam kitab sucinyapun ada juga disebutkan hal seperti ini) tentang adanya pertolongan Tuhan yang seperti ini. yaitu seperti yang tersebut dalam surrah Alam Nasyrah:

1. Bukankah kami Telah melapangkan untukmu dadamu?,

2.  Dan kami Telah menghilangkan daripadamu bebanmu,

3.  Yang memberatkan punggungmu?

4.  Dan kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu

5.  Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,

6.  Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

7.  Maka apabila kamu Telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,

8.  Dan Hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Dari ayat ke lima dan ke enam adalah bukti nyata bahwa Tuhan tak akan meninggalkan hambaNya yang sudah berusaha keras untuk mencapai harapannya.

 

Nah, inilah sedikit pengetahuan saya tentang kehidupan, semoga ada manfaat bagi orang lain yang membacanya.





idamsuk wrote on Jul 12
makasih mas jadi inspirasi..
maspungky wrote on Jul 13
idamsuk said
makasih mas jadi inspirasi..
terima ksaih juga Bang... jika tak bertemu YM, mungkin ini baru bisa saya pahami 60 tahun lagi
yeni051187 wrote on Jul 16
hmmm... benar juga ya mas bambang...

(lagi mikir, harus maju atau mundur)
maspungky wrote on Jul 16
hmmm... benar juga ya mas bambang...

(lagi mikir, harus maju atau mundur)
he he he setiap orang pasti mengerti kemampuannya masing-masing
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.