Oleh: Mas Bambang Purnomo Sigit, SH, MM

 

“Takut mungkin melebih-lebihkan kesulitan persoalan dan menimbulkan sikap resah yang melumpuhkan tindakan,  marah mendorong tindakan impulsive dan kurang dipikirkan, dan kecemasan sangat membatasi kemampuan kita melihat masalah dengan jelas atau merumuskan kemungkinan pemecahan”

(JC Coleman & CL Hammen - Contemporery Psychology and Effective Behavior- Hal 447)

 

 

a. Bukan Berat Beban Yang Membuat Stress, Tetapi Lama Waktu Kita Memikul Beban Tersebut


Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey  mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?"

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. "Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.

"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey.     "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

 

Hal ini pernah terjadi pada Archimedes.  Pada suatu hari Archimedes dimintai Raja Hieron II untuk menyelidiki apakah mahkota emasnya dicampuri perak atau tidak. Archimedes memikirkan masalah ini dengan sungguh-sungguh. Hingga ia merasa sangat letih (stress)  dan menceburkan dirinya dalam bak mandi umum penuh dengan air. Lalu, ia memperhatikan ada air yang tumpah ke lantai dan seketika itu pula ia menemukan jawabannya. Ia bangkit berdiri, dan berlari sepanjang jalan ke rumah dengan telanjang bulat. Setiba di rumah ia berteriak pada istrinya, "Eureka! Eureka!" yang artinya "sudah kutemukan! sudah kutemukan!" Lalu ia membuat hukum Archimedes. (http://id.wikipedia.org/wiki/Archimedes)

 

b. Proses Pencapaian ”Eureka

 

Apabila kita sering mengalami stress akibat beban kerja kita, terutama yang memerlukan pemecahan masalah, ada baiknya jika memadukan apa yang disampaikan oleh Covey serta apa yang terjadi pada Archimedes di atas. Apa yang telah dialami oleh Archimedes sering diistilahkan sebagai Proses Berfikir Kreatif ( Jalaluddin Rachmat – Psikologi Komunikasi- hal. 95)

 

Adapun tahap-tahap proses berfikir kreatif adalah sebagai berikut:

  1. Orientasi: Merumuskan masalah dan mengidentifikasinya,
  2. Preparasi: Pikiran berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang relevan dengan masalah,
  3. Inkubasi: Pikiran beristirahat sebentar, ketika berbagai pemecahan menghadapi jalan buntu. Pada tahap ini pemecahan masalah berlangsung terus dalam alam bawah sadar,
  4. Iluminasi: Masa inkubasi berakhir ketika pemikir memperoleh semacam ilham, serangkaian pemahaman mendalam yang memecahkan masalah,
  5. Verifikasi: Tahapan terakhir untuk menguji dan secara kritis menilai pemecahan masalah yang timbul ditahap ke-empat.

 

Apa yang disampaikan oleh Covey diatas adalah memberikan anjuran, apabila kita mengalami stress yang mungkin diakibatkan oleh masalah pekerjaan, maka janganlah kita terus memikirkannya, biarlah alam bawah sadar yang bekerja (inkubasi) dan istirahatkan alam sadar. Karena jika masalah itu tetap dipikirkan, mungkin justru tidak terpecahkan, bahkan akan menimbulkan stress. Biarlah alam sadar beristirahat, sehingga pada suatu saat alam bawah sadar lah yang akan menemukan pemecahan masalah tersebut dan seperti Archimedes yang berteriak ” Eureka.... Eureka.....”. Maka yang terjadi adalah tubuh segar tanpa beban, emosi stabil dan pemecahan masalahpun telah didapatkan, maka problem stresspun telah dapat diatasi.

 

 

Tamat


15 CommentsChronological   Reverse   Threaded
lanatika wrote on Mar 5
Wesss.cerutu Kuba tuh!!!! hehehe...
Nek, apa kabar Bro?? Topinya keren punya. boleh bagi satu dongggg..
dickysca wrote on Mar 5
thanks
maspungky wrote on Mar 5
Wesss.cerutu Kuba tuh!!!! hehehe...
Nek, apa kabar Bro?? Topinya keren punya. boleh bagi satu dongggg..
he he he he he... bener tuh cu'.... cucu mau topi bonus cerutu? he he he he
maspungky wrote on Mar 5
thanks
sama-sama Dick
holidah wrote on Mar 5
thx info-nya. kebiasaan holi kalo lagi stress karna sesuatu hal mengurung diri dikamar, diem seribu bahasa, ngemil, alhasil jd "melebar" deh badan :))
holi pernah mikirin satu masalah ampe sesak napas *stress tingkat tinggi kali ya?*
maspungky wrote on Mar 5
holidah said
thx info-nya. kebiasaan holi kalo lagi stress karna sesuatu hal mengurung diri dikamar, diem seribu bahasa, ngemil, alhasil jd "melebar" deh badan :))
holi pernah mikirin satu masalah ampe sesak napas *stress tingkat tinggi kali ya?*
sama-sama Holi...stress itu bagus kok... jika kita bisa memanage-nya maka stress bisa kita rubah menjadi energi positif
sahatuh wrote on Mar 5
Makasih banyak buat tambahan ilmunya mas....
Anda stresss? Dengerin dulu bobby mcferrin ' don't worry.....be happy.....' gitu kali kira2 ya....
maspungky wrote on Mar 5
sahatuh said
Makasih banyak buat tambahan ilmunya mas....
Anda stresss? Dengerin dulu bobby mcferrin ' don't worry.....be happy.....' gitu kali kira2 ya....
sama-sama.... yeah itulah cara untuk menenagkan diri... betul banget
kaptenpanda wrote on Mar 5
biarlah alam bawah sadar yang bekerja (inkubasi) dan istirahatkan alam sadar.
caranya Oom ??? .......
maspungky wrote on Mar 5
caranya bisa macam-macam... kita merilekskan diri dengan mendengar musik, bersantai tidur, nah.... kalau alam bawah sadar kita itu akan bekerja pada saat kita santai...
lanatika wrote on Mar 6
Bukan Berat Beban Yang Membuat Stress, Tetapi Lama Waktu Kita Memikul Beban Tersebut
Ayahhh!!!!!!!!!!!!!!!!! Gara2 neliti tentang stress kerja, Lan malah stres beneran nih.
emang sih di acc, tapi variabel independent-nya aja kebanyakan (ada 13). Jadi aja...harus dirubah!
Ayahhhhh!!!!!! Sudikah kau membantu Ananda mencari perusahaannya?? hiks..hiks... :( :(
huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa 1000000x
maspungky wrote on Mar 6
walah banyak banget Lan.... maksimal 2 saja...perusahaan...nati saya usahakan yaaa ...cup..cup.. jangan nangis dong
maspungky wrote on Mar 6
walah banyak banget Lan.... maksimal 2 saja...perusahaan...nati saya usahakan yaaa ...cup..cup.. jangan nangis dong
benitabenita wrote on Apr 19
Make sense,kok. Selain Covey hal ini juga dibahas oleh Albert Ellis Phd. judul bukunya kalo gak salah "how to make your self happy and less remarkable"
maspungky wrote on Apr 21
Make sense,kok. Selain Covey hal ini juga dibahas oleh Albert Ellis Phd. judul bukunya kalo gak salah "how to make your self happy and less remarkable"
that's right sis..
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.